Inilah Saya
Cara kita dibesarkan oleh orangtua, akan mempengaruhi pola asuh kepada anak. Terlebih lagi jika kita tumbuh bersama luka yang dalam, trauma, dan kesedihan. Katanya, orang-orang menyebutnya sebagai "inner child", yang harus dituntaskan. Jika tidak, akan terjadi utang pengasuhan dan berdampak negatif terhadap pola asuh berikutnya. Inilah saya. Saya tumbuh di lingkungan dimana saya tidak dihargai atau direndahkan karena saya tidak pintar dalam hal akademis. Kesukaan dan kemampuan saya dalam bidang seni bukan sesuatu yang populer di keluarga besar saya. Saya akan dihargai jika saya (1) adalah seorang sarjana (2) adalah seorang PNS, dan bonus (3) lulusan universitas luar negeri. Saya sering bertanya-tanya, apa yang membuat hasil pengasuhan kedua orangtua saya berbeda antara saya dan kakak. Ya, kakak saya adalah primadona keluarga kami. Selain pintar, ia lulusan UGM, menjadi PNS, dan mengambil S2 di Twente University, Belanda. Betul-betul jalan yang lurus, seperti yang orangtua say...