Posts

Inilah Saya

Cara kita dibesarkan oleh orangtua, akan mempengaruhi pola asuh kepada anak. Terlebih lagi jika kita tumbuh bersama luka yang dalam, trauma, dan kesedihan. Katanya, orang-orang menyebutnya sebagai "inner child", yang harus dituntaskan. Jika tidak, akan terjadi utang pengasuhan dan berdampak negatif terhadap pola asuh berikutnya. Inilah saya. Saya tumbuh di lingkungan dimana saya tidak dihargai atau direndahkan karena saya tidak pintar dalam hal akademis. Kesukaan dan kemampuan saya dalam bidang seni bukan sesuatu yang populer di keluarga besar saya. Saya akan dihargai jika saya (1) adalah seorang sarjana (2) adalah seorang PNS, dan bonus (3) lulusan universitas luar negeri. Saya sering bertanya-tanya, apa yang membuat hasil pengasuhan kedua orangtua saya berbeda antara saya dan kakak. Ya, kakak saya adalah primadona keluarga kami. Selain pintar, ia lulusan UGM, menjadi PNS, dan mengambil S2 di Twente University, Belanda. Betul-betul jalan yang lurus, seperti yang orangtua say...

The Beginning

Image
Dalam bukunya The Awakened Family, Dr. Shefali Tsabary mengatakan bahwa cara menghadapi anak yang sedang marah adalah melakukan hal sebaliknya. Artinya kita tidak boleh ikut marah. Kita bersikap sebagaimana kita ingin anak kita bersikap. Begitu banyak saran, nasihat, tips atau seperti yang saya tulis di paragraf awal, semua hal tentang parenting yang pada proses penerapannya dibutuhkan improvisasi luar biasa. Ketika hari pertama, kedua, berjalan baik, hari-hari berikutnya selalu ada tantangan baru. MasyaAllah betapa kesabaran yang begitu besar perlu kita upayakan, setiap detik, menit, jam, hari dan seterusnya hingga habis waktu kita di dunia. Terdengar berlebihan ya? Sebagian dari kita, orang tua, mungkin tidak sepusing saya, mungkin juga lebih pusing, dan mungkin biasa saja. Bagi saya parenting itu sendiri memusingkan karena harus keluar dari zona nyaman, berhadapan dengan berbagai macam perkara, perasaan yang tidak saya sukai. Tapi, parenting juga tidak seburuk itu. Sama ...